Banyaknya jenis masker yang berbeda-beda fungsi dan manfaatnya semakin memudahkan kita sebagai pengguna. Kita dapat memilih masker jenis wajah manakah yang sesuai dengan usia serta kondisi kulit kita yang kering, berjerawat atau berminyak dan sebagainya. Lalu apa sajakah jenis-jenis masker yang tersedia sekarang? Simaklah ulasan sebagai berikut.
Clay mask
Clay mask atau masker tanah liat adalah jenis masker wajah yang paling umum digunakan. Masker ini terbuat dari berbagai jenis tanah liat seperti kaolin, bentonit, atau French green clay. Masker tanah liat biasanya digunakan untuk membersihkan dan menyehatkan kulit dengan menyerap minyak berlebih, membersihkan pori-pori, dan menghilangkan toksin.
Cara penggunaannya adalah dengan menyebar masker tipis-tipis di seluruh wajah, hindari area mata dan bibir. Tunggu masker mengering selama 10-15 menit atau sesuai dengan petunjuk pada kemasan. Kemudian bilas wajah dengan air hangat dan keringkan dengan handuk lembut. Jika Anda memiliki kulit kering atau sensitif, sebaiknya hindari menggunakan clay mask terlalu sering karena bisa membuat kulit terasa kering dan teriritasi. Namun, jika kulit Anda berminyak atau rentan berjerawat, clay mask dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit yang bermanfaat.
Sheet mask
Sheet mask adalah jenis masker wajah yang terbuat dari bahan kertas atau serat yang diimpregnasi dengan campuran bahan-bahan aktif untuk merawat kulit. Sheet mask biasanya digunakan untuk memberikan kelembapan pada kulit, menyegarkan kulit, mencerahkan kulit, atau membantu mengatasi masalah kulit tertentu seperti jerawat atau penuaan dini.
Cara penggunaan sheet mask sangat mudah. Pertama-tama, bersihkan wajah Anda dan keringkan dengan handuk lembut. Kemudian, buka kemasan sheet mask dan tempelkan pada wajah, pastikan sheet mask menempel rapat pada wajah. Biarkan sheet mask selama 10-15 menit atau sesuai dengan petunjuk pada kemasan. Setelah itu, lepaskan sheet mask dan pijat lembut wajah untuk membantu sisa bahan aktif menyerap ke dalam kulit. Sheet mask biasanya digunakan seminggu 1-2 kali, tergantung pada kebutuhan kulit Anda. Penting untuk memilih sheet mask yang sesuai dengan jenis kulit Anda dan membaca petunjuk pada kemasan dengan cermat sebelum digunakan. Sheet mask dapat memberikan perawatan wajah yang praktis dan mudah digunakan, terutama bagi mereka yang memiliki gaya hidup yang sibuk dan tidak memiliki waktu untuk perawatan wajah yang rumit.
Peel off mask
Peel off mask adalah jenis masker wajah yang terbuat dari bahan-bahan yang membentuk lapisan tipis di atas kulit dan dapat diangkat secara utuh dari wajah setelah mengering. Peel off mask biasanya digunakan untuk membersihkan pori-pori, mengangkat sel-sel kulit mati, dan menyegarkan kulit.
Cara penggunaannya adalah dengan menyebar masker tipis-tipis di seluruh wajah, hindari area mata dan bibir. Tunggu masker mengering selama 15-20 menit atau sesuai dengan petunjuk pada kemasan. Setelah itu, mulailah mengangkat bagian masker dari tepi, perlahan-lahan hingga seluruh masker terangkat dari wajah. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan peel off mask yang berlebihan atau terlalu sering dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Oleh karena itu, sebaiknya tidak menggunakan peel off mask lebih dari dua kali seminggu. Jika Anda memiliki kulit yang sensitif atau cenderung kering, sebaiknya hindari menggunakan peel off mask dan pilihlah jenis masker wajah lain yang lebih cocok untuk jenis kulit Anda.
Mud mask
Mud mask adalah jenis masker wajah yang terbuat dari lumpur atau tanah liat yang kaya akan mineral dan nutrisi untuk kulit. Mud mask biasanya digunakan untuk membersihkan dan mengecilkan pori-pori, mengurangi minyak berlebih pada kulit, dan mengangkat sel-sel kulit mati.
Cara penggunaannya adalah dengan membersihkan wajah terlebih dahulu, kemudian aplikasikan masker secara merata pada wajah, hindari area mata dan bibir. Tunggu masker mengering selama 10-15 menit atau sesuai dengan petunjuk pada kemasan. Setelah itu, bilas wajah dengan air hangat dan keringkan dengan handuk lembut. Mud mask biasanya digunakan seminggu 1-2 kali tergantung pada kebutuhan kulit Anda. Namun, perlu diingat bahwa mud mask mungkin tidak cocok untuk semua jenis kulit, terutama bagi mereka yang memiliki kulit yang sensitif atau cenderung kering. Sebaiknya lakukan tes patch terlebih dahulu sebelum menggunakan mud mask pada seluruh wajah.
Perbedaan antara mud mask dan clay mask bisa terletak pada kandungan nutrisi yang terdapat pada mud mask. Kandungan nutrisi pada mud mask lebih beragam dan tergantung pada sumber lumpur yang digunakan. Sedangkan clay mask lebih terfokus pada kandungan tanah liat yang membantu menyerap minyak dan kotoran pada kulit.
Sleeping mask
Sleeping mask adalah jenis masker wajah yang biasanya digunakan pada malam hari sebelum tidur. Sleeping mask biasanya berbentuk krim atau gel yang dioleskan pada wajah dan tidak perlu dibilas setelah digunakan. Sleeping mask dirancang untuk memberikan kelembapan ekstra pada kulit selama waktu tidur. Kandungan aktif dalam sleeping mask, seperti vitamin dan antioksidan, bekerja untuk memperbaiki dan meregenerasi kulit selama Anda tidur. Sleeping mask juga membantu mengunci kelembapan pada kulit dan mencegah kehilangan kelembapan selama malam hari.
Cara menggunakan sleeping mask sangat mudah. Setelah membersihkan wajah pada malam hari, aplikasikan sleeping mask secara merata pada seluruh wajah, hindari area mata dan bibir. Tunggu hingga masker menyerap sepenuhnya dan biarkan masker tetap pada kulit selama tidur. Pada pagi hari, bilas wajah dengan air dan lanjutkan dengan rutinitas perawatan kulit Anda seperti biasa.
Sleeping mask cocok untuk semua jenis kulit dan bisa digunakan beberapa kali dalam seminggu tergantung pada kebutuhan kulit Anda. Sleeping mask sangat cocok untuk mereka yang memiliki kulit kering, kusam, atau terasa kaku pada pagi hari. Sleeping mask juga dapat membantu mengatasi tanda-tanda penuaan seperti kerutan dan garis halus
Wash off mask
Wash off mask adalah jenis masker wajah yang perlu dibilas atau dicuci setelah penggunaannya. Wash off mask biasanya berbentuk pasta atau krim yang dioleskan pada wajah dan dibiarkan selama beberapa menit sebelum dibilas dengan air. Wash off mask biasanya memiliki berbagai kandungan seperti asam alpha-hydroxy (AHA), asam beta-hydroxy (BHA), enzim, vitamin, dan mineral yang bermanfaat untuk kulit. Kandungan-kandungan tersebut membantu mengangkat sel-sel kulit mati, membersihkan pori-pori, mengurangi minyak berlebih, menghidrasi kulit, dan memperbaiki tekstur kulit.
Cara menggunakan wash off mask sangat mudah. Pertama-tama, bersihkan wajah terlebih dahulu dengan sabun atau pembersih wajah. Setelah itu, aplikasikan masker secara merata pada wajah dan hindari area mata dan bibir. Biarkan masker selama beberapa menit hingga kering, kemudian bilas dengan air hangat dan keringkan wajah dengan lembut.
Wash off mask bisa digunakan satu atau dua kali seminggu tergantung pada kebutuhan kulit Anda. Jika Anda memiliki kulit yang sensitif atau cenderung kering, sebaiknya gunakan wash off mask yang tidak terlalu kuat atau sering-sering. Sebaliknya, jika kulit Anda cenderung berminyak atau rentan terhadap jerawat, maka gunakanlah wash off mask yang mengandung bahan aktif seperti AHA dan BHA untuk membantu membersihkan pori-pori dan mengurangi minyak berlebih.
Exfoliating mask
Exfoliating mask adalah jenis masker wajah yang dirancang untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati dan membantu meregenerasi kulit yang sehat. Masker ini biasanya mengandung bahan-bahan yang berfungsi sebagai eksfolian, seperti asam salisilat, asam glikolat, enzim papain, atau partikel halus. Cara kerja exfoliating mask adalah dengan melepaskan sel-sel kulit mati dan kotoran yang menempel pada kulit, sehingga membantu membuka pori-pori dan meningkatkan sirkulasi darah di kulit. Selain itu, exfoliating mask juga dapat membantu mengurangi tanda-tanda penuaan, memperbaiki tekstur kulit, dan mencerahkan kulit.
Cara menggunakan exfoliating mask adalah dengan membersihkan wajah terlebih dahulu dan mengoleskan masker secara merata pada wajah. Biarkan masker selama beberapa menit, kemudian bilas dengan air hangat dan keringkan wajah dengan lembut.
Exfoliating mask bisa digunakan satu atau dua kali seminggu tergantung pada kebutuhan kulit Anda. Namun, sebaiknya jangan menggunakan exfoliating mask terlalu sering atau terlalu keras, terutama jika Anda memiliki kulit yang sensitif atau sedang dalam kondisi kemerahan atau iritasi. Jika Anda memiliki kulit yang sangat sensitif, sebaiknya pilih exfoliating mask yang lembut atau konsultasikan dengan dokter kulit terlebih dahulu.
Cream mask
Cream mask adalah jenis masker wajah yang umumnya memiliki tekstur krim atau lotion. Masker ini mengandung bahan-bahan yang dapat melembapkan, menenangkan, dan menyegarkan kulit wajah. Cream mask sangat cocok untuk kulit kering atau kulit yang membutuhkan kelembapan ekstra. Cara kerja cream mask adalah dengan memberikan kelembapan dan nutrisi pada kulit, sehingga membantu menjaga kelembapan alami kulit dan membuat kulit terlihat lebih sehat dan bercahaya. Beberapa cream mask juga mengandung bahan-bahan aktif seperti vitamin, antioksidan, dan peptida yang dapat membantu meningkatkan produksi kolagen dan elastin di kulit.
Cara menggunakan cream mask adalah dengan membersihkan wajah terlebih dahulu dan mengoleskan masker secara merata pada wajah. Biarkan masker selama beberapa menit, kemudian bilas dengan air hangat dan keringkan wajah dengan lembut. Beberapa cream mask juga dapat digunakan sebagai pelembap wajah, sehingga Anda tidak perlu menggunakan pelembap tambahan setelah menggunakan masker.
Cream mask bisa digunakan satu atau dua kali seminggu tergantung pada kebutuhan kulit Anda. Namun, sebaiknya pilih cream mask yang sesuai dengan jenis kulit Anda dan hindari menggunakan masker yang mengandung bahan-bahan yang bisa menyebabkan iritasi atau alergi. Jika Anda memiliki kulit yang sangat sensitif, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit terlebih dahulu sebelum menggunakan cream mask.
Gel mask
Gel mask adalah jenis masker wajah yang memiliki tekstur gel atau jeli. Masker ini umumnya mengandung bahan-bahan yang dapat memberikan efek mendinginkan pada kulit wajah, seperti aloe vera atau mentol. Gel mask juga biasanya mengandung bahan-bahan yang dapat melembapkan dan menenangkan kulit, sehingga cocok untuk digunakan pada kulit yang kering atau iritasi. Cara kerja gel mask adalah dengan memberikan kelembapan dan nutrisi pada kulit wajah, sambil memberikan efek mendinginkan dan menenangkan pada kulit yang meradang atau iritasi. Beberapa gel mask juga mengandung bahan-bahan aktif seperti vitamin C atau asam hialuronat yang dapat membantu meningkatkan produksi kolagen dan elastin di kulit.
Cara menggunakan gel mask adalah dengan membersihkan wajah terlebih dahulu dan mengoleskan masker secara merata pada wajah. Biarkan masker selama beberapa menit, kemudian bilas dengan air hangat dan keringkan wajah dengan lembut. Beberapa gel mask juga dapat disimpan di dalam lemari es sebelum digunakan, sehingga memberikan efek mendinginkan yang lebih intens pada kulit.
Gel mask bisa digunakan satu atau dua kali seminggu tergantung pada kebutuhan kulit Anda. Namun, sebaiknya pilih gel mask yang sesuai dengan jenis kulit Anda dan hindari menggunakan masker yang mengandung bahan-bahan yang bisa menyebabkan iritasi atau alergi. Jika Anda memiliki kulit yang sangat sensitif, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit terlebih dahulu sebelum menggunakan gel mask.
DIY mask
DIY mask (Do-It-Yourself mask) adalah masker wajah yang dibuat sendiri dengan bahan-bahan alami yang mudah didapat di rumah, seperti buah-buahan, madu, yoghurt, atau oatmeal. DIY mask menjadi semakin populer karena lebih terjangkau dan terpercaya dalam mengandung bahan-bahan yang aman untuk kulit, serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit individu.
Berikut adalah beberapa contoh bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk membuat DIY mask:
Madu: Madu memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi, sehingga cocok digunakan untuk kulit yang sensitif dan berjerawat.
Yoghurt: Yoghurt mengandung asam laktat yang dapat membantu mengangkat sel-sel kulit mati dan melembapkan kulit.
Buah-buahan: Buah-buahan seperti pisang, stroberi, atau pepaya mengandung vitamin dan antioksidan yang baik untuk kulit, serta dapat membantu mengangkat sel-sel kulit mati.
Oatmeal: Oatmeal dapat membantu mengangkat kotoran dan minyak di kulit, serta melembapkan dan menenangkan kulit yang kering atau iritasi.
Cara membuat DIY mask adalah dengan mencampurkan bahan-bahan tersebut dan mengoleskan pada wajah secara merata. Biarkan masker selama beberapa menit, kemudian bilas dengan air hangat dan keringkan wajah dengan lembut. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua bahan alami aman untuk digunakan pada kulit, terutama jika kulit Anda sensitif atau alergi terhadap bahan-bahan tertentu. Sebaiknya lakukan tes pada sebagian kecil kulit terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan DIY mask secara keseluruhan pada wajah.
Pilihan jenis masker wajah tergantung pada kebutuhan kulit dan preferensi pribadi. Pastikan untuk memilih jenis masker wajah yang sesuai dengan jenis kulit Anda dan mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan produk dengan baik.







Comments
Post a Comment